Awal Mula Pertautan

Chairul Yaqin Hidayat (CYH) terjun ke dalam politik karena terinspirasi oleh kakek Buyutnya, HOS Tjokrominoto yang meninggalkan kenyamanan sebagai bangsawan untuk mendirikan Sarekat Islam sebagai alat perjuangan bangsa Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan.

 

Sebagai seorang pengusaha yang lahir dan besar di Kota Bandung, Chairul Yaqin Hidayat turut meramaikan kontestasi walikota Bandung karena merasa bahwa belum seluruhnya masyarakat kota Bandung dapat merasakan kebahagian. Hal ini disebabkan karena pertumbuan ekonomi kota Bandung belum merata, trend angka kemiskinan dan ketimpangan yang terus meningkat dari tahun ke tahun, tingginya angka pengangguran, masih banyaknya anak putus sekolah, serta layanan kesehatan yang belum optimal.

 

Pertalian darah CYH dengan Haji Omar Syarief (HOS) Tjokroaminoto memang tidak dapat dipungkiri, Saya dilahirkan dari seorang Ayah bernama M.S Hidayat dan Ibu Nuraini M. Tjokroaminoto. Masyarakat mungkin lebih mengenal Ayah saya yang memang seorang pengusaha dan juga politisi yang sudah lama malang melintang di Tanah Air. Sedangkan Ibu saya hanya seorang wanita sederhana yang dengan tekun mendidik anak-anaknya untuk menjadi pribadi yang baik, jujur, bertanggung jawab dan berguna bagi orang banyak.

 

Dari jalur Ibu lah saya mendapatkan pertalian darah dengan tokoh nasional, guru bangsa HOS Tjokroaminoto yang dikenal selalu memperjuangkan nasib bumi putera atau pada waktu itu adalah masyarakat yang tertindas, terjajah, dan terpinggirkan. Ya.. Ibu merupakan cucu dari HOS Tjokroaminoto. Sedari kecil dari mulut ibu lah seringkali terdengar cerita-cerita perjuangan kakek buyut yang menjadi pemicu semangat untuk terus berbuat yang terbaik.

a
a
a
a
a

Manifesto Politik Tjokroaminoto

Melihat penindasan, ketidakadilan yang terjadi semasa penjajahan Belanda. Tjokroaminoto yang dibesarkan dalam lingkungan priyai memutuskan untuk menanggalkan statusnya dan merintis perjuangan melalui organisasi Syarekat Islam (SI) yang melakukan perjuangan melalui ekonomi, politik, social dan agama. Tjokro muda adalah seorang pemberani, pemikir serta orator ulung yang mampu membangkitkan semangat masa. Tjokro muda berhasil menggabungkan pemikirannya mengenai Islam dan politik dengan tujuan membangkitkan bumi putera dari keterpurukan dan memerdekakan rakyat dari kolonialisme dan imperialisme.

 

Perjuangan Tjokro bukanlah hanya untuk satu golongan saja melainkan,  Dia bercita-cita membahagiakan sebanyak-banyaknya umat, yang berarti seluruh masyarakat. Gagasannya dalam mempersatukan seluruh umat agar menjadi kekuatan yang besar sehingga mampu bangkit melawan penindasan penjajah sangatlah brilian di masa itu. Gagasan tersebut pun masih sangat relevan untuk hari ini, masyarakat harus senantiasa bersatu, bergandengan tangan sehingga menjadi kekuatan yang dahsyat untuk memajukan kesejahteraan umum. Kebahagiaan untuk seluruh masyarakat adalah manifesto politik Tjokroaminoto yang akan selalu saya simpan dalam hati saya.

Bahagia Untuk Semua

Indeks kebahagiaan masyarakat dapat dilihat dari tingkat kepuasan terhadap 10 aspek kehidupan yang esensial. Kesepuluh aspek tersebut secara substansi dan bersama-sama merefleksikan tingkat kebahagiaan yang meliputi kepuasan terhadap: 1) kesehatan, 2) pendidikan, 3) pekerjaan, 4) pendapatan rumah tangga, 5) keharmonisan keluarga, 6) ketersediaan waktu luang, 7) hubungan sosial, 8) kondisi rumah dan aset, 9) keadaan lingkungan, dan 10) kondisi keamanan.

 

Belum meratanya pembangunan dan disparitas ekonomi yang masih cukup tinggi menjadi pekerjaan rumah yang hingga saat ini menjadi belum terselesaikan.  Kebahagaiaan merupakan salah satu indikator dari sebuah masyarakat yang sejahtera. Mewujudkan kesejahteraan umum bukanlah semata tugas dari pemerintah. Kesejahteraan umum adalah tanggung jawab seluruh elemen mulai dari pemerintah, masyarakat dan pengusaha. Ketiga elemen tersebut harus mampu berkolaborasi dan bersinergi menentukan arah dan melaksanakan kebijakan yang mampu mengatasi masalah-masalah yang belum terselesaikan tadi. Bahagia Untuk Semua bukanlah hanya sebagai slogan atau motto semata. Hal tersebut adalah manifesto perjuangan yang mengalir dalam darah saya. Darah Tjokroaminoto (*)